Ayat-Ayat AL-Qur’an Yang Berkaitan Dengan Sifat-Sifat Allah



Ayat-Ayat AL-Qur’an Yang Berkaitan Dengan Sifat-Sifat Allah

Allah swt.yang Maha Pencipta dan Maha Sempurna wajib bersifat dengan sifat kesempurnaannya dan mustahil Allah bersifat dengan sifat kekurangan. Penjelasan diatas dapat kita  simpulkan bahwa kesempurnaan Allah swt. Memiliki sifat yang pokok,yaitu, sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz. Sifat wajib adalah sifat kesempurnaan yang pasti dimiliki oleh Allah swt. Sifat wajib berjumlah 13. Akan tetapi, sebagian ulamatauhid berpendapat jumlahnya 20.


Sifat mustahil adalah sifat yang tidak sempurna yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Sifat mustahi lini kebalikan dari sifat wajib. Sementara Pendidikan Agama Islam untuk di SMP Kelas VII
Itu sifat jaiz adalah menciptakan setiap yang mungkin wujudnya atau tidak menciptakannya sesuai dengan kehendaknya. Maksud kata mungkin ialah sesuatu yang bisa wujud dan bisapula tidak wujud. Sifat wajib Allah yang 13 atau 20 ini dikelompokkan menjadi 3 kelompok,yaitu sifat nafsiyah, salbiyah, dan ma’ani. Nafsiah adalah sifat yang berkaitan dengan dzat Allah semata. Contohnya, sifat wujud. Salbiyah adalah sifat hanya di milik Allah, sedangkan makhluk tidak memilikinya. Contohnya, sifat qidam, baqa, mukholafatul lilhawadisi, qiyamuhu binafsih, dan wahdaniyah. 

Ma'ani adalah sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Contohnya,sifat qudrat, iradat, ilmu,  hayat, sama', basar, kalam. Ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah, antaralain:
1. Wujμd (SurahAl-A’raf [7]:54)
2. Qidam (SurahAl-¦adud [57]:3)
3. Baqa' (SurahAr-Rahman [55]:26-27)
4. Mukhalafatμlilhawadisi (SurahAl-Ikhlas [112]:4)
5. Qiyamuhμ binafsih (SurahAl-Isra’ [17]:111)
6. Wahdaniyah (surah Al-Ikhlas [112]:1-3) (SurahAl-Baqarah [2]:163)
7. Qudrat (Surah Ali'Imran [3]:189) (Surah Al-Mulk[67]:1)
8. Iradat (SurahYasin[36],ayat82)
9. Ilmu (Surah Al-Baqarah [2]:32) (SurahAl-¦ujurat [49]:16)
10. Hayat (SurahAli'Imran [3]:2) (SurahAl-Baqarah [2]:255)
11. Sama' (Surah Al-Anbiya' [21]:4)
12. Basar (Surah Al-An’am [6]:164)
13. Kalam (Surah An-Nisa [4]:164

Disini kami hanya membahas 13 sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah SWT,
Untuk memahami dan meyakini Allah, diperlukan dua macam dalil, yaitu dalil naqli dan dalil aqli. Dalil naqli adalah keterangan atau alas an yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad saw. Sementara itu, dalil aqli adalah keterangan atau alas an yang berdasar dari hasil pertimbangan akal pikiran yang sehat.

1.     Wujμd artinya ada. Adanya Allah itu tidak sama dengan adanya makhluk di dunia ini. Oleh karena itu, untuk  membuktikan adanya Allah tidak sama dengan membuktikan adanya manusia. Allah tidak dapat dilihat ,diraba,didengar,dan sebagainya. Hanya orang-orang  pilihanlah yang dapat melihat mendengar dan merasakan Adanya Allah. Allah dapat di buktikan dengan adanya alam ciptaan-Nya.

Dalam Firman Allah swt.:
Yang  Artinya: “Tuhan(yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, jika kamu orang-orang yang menyakini (7) Tidak ada tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhan mu dan Tuhan nenek moyang mu dahulu (Surah Ad-Dukhaan [44]:7-8)
2.     Qidam artinya terdahulu. Adanya Allah tidak berpermulaan, seperti benda-benda yang ada di alam. Allah itu ada tanpa awal atau permulaan.  Sementara itu, benda-benda di alam  ini ada karena ada permulaannya. Contohnya,kursi asalnya dari kayu, kayu asalnya dari pohon.
Dalam  Firman Allah swt..
Yanag  Artinya: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (SurahAl-hadid [57]:3) .

3.      Baqo’ artinya kekal. Allah swt. Akan terus ada selama-lamanya tanpa ada batas waktu atau tanpa akhir. Allah adalah Al-Khaliq (pencipta) dan alam adalah makhluk (yang di ciptakan). Perbedaan antara Allah dan makhluk-Nya, antara lain, Allah itu tidak musnah, tidak binasa, dan tidak hancur. Akantetapi, semua  ciptaan Allah akan musnah, binasa, dan hancur.
Dalam Firman Allah swt.:
Yang  Artinya: Semua yang ada dibumi itu akan binasa,tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (Surah Ar-Rahman [55]:26-27).

4.     Mukhalafatu Lil hawadisi artinya Allah swt berbeda dengan ciptaan-Nya. Siapapun dan apapun tidak ada yang sama dengan Allah.  
Dalam Firman Allah swt.:
Yang Artinya: tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. (SurahAs-Syura’  [42]:11).
5.      QiyAmuhU BinafsihI artinya Allah berdiri sendiri. Allah tidak memerlukan bantuan dari kekuatan lain dalam menciptakan dan memelihara alam semesta karena Allah mempunyai kekuatan yang ada pada diri-Nya.
Dalam Firman Allah swt.:
Yang Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya) (Surah Ali'Imran [3]:2).
6.      Wahdaniyat atartinya Allah itu Esa. Maksud dari keterangan ini, yaitu bahwa Allah itu tidak terbilang, tidak dua,dan semacamnya.
Dalam  Firman Allah swt.:
Yang Artinya: Katakanlah  (Muhammad),  Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakan. (SurahAl-Ikhlas [112]:1-3).

7.      Qudrat artinya Allah bersifat kuasa atau Allah mempunyai kekuasaan. Kekuasaan Allah bukan hanya mencipta dan memelihara, melainkan juga kuasa dalam menghancurkan dan menjadikan kembali tanpa bantuan yang  lain.
Dalam Firman Allah swt.:
Yang Artinya:  Maha suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. (Surah Al-Mulk [67]:1).
8.      Iradat artinya berkehendak. Allah swt. Sebagai Tuhan yang Mahakuasa pasti menciptakan segala sesuatu itu dengan kehendak yang bebas dan dengan kemauan sendiri. Tidak ada yang menyuruh atau memaksa-Nya. Dia bebas  berbuat menurut kehendak-Nya. Dialah yang menentukan ada dan tiadanya segala sesuatu. Apa saja yang dikehendaki-Nya pasti terlaksana dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidaklah akan terjadi.
Dalam Firman Allah swt :
Yang Artinya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu. (Surah Yasin [36]:82).

9.     Ilmu artinya mengetahui. Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di alam ini, baik yang nyata maupun yang tidak nyata.
Dalam FirmanAllahswt.:
Yang Artinya:  Katakanlah  (kepada mereka), Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang dilangit dan apa yang dibumi dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Surah Al hujurat [49]:16).

10.   Hayat artinya hidup. Hidupnya Allah tidak seperti manusia dan makhluk lainnya. Hidupnya Allah, yaitu tidak pernah mati. Kalau Allah mati, Allah berarti sama dengan makhluk. Oleh sebab itu, Allah akan tetap hidup untuk meneruskan memelihara alam ini. Allah mengatur seluruh kehidupan makhluk-Nya, bahkan  Allah tidak pernah mengantuk atau tidur, apa lagi mati.
Dalam Firman Allah swt :
Yang Artinya : Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya) tidak mengantuk dan tidak tidur  (Surah Al-Baqarah [2]:255).

11.   Sama' artinya Maha Mendengar. Allah mendengar segala macam suara atau bunyi. Bahkan Allah mendengar suara hati dan jiwa manusia, tidak sekali-kali, Allah itu ummun (tuli).  
Dalam Firman Allah swt.:
Yang Artinya: Katakanlah  (Muhammad):  Mengapa kamu menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepada mu dan tidak (pula) member manfaat dan Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (SurahAl-Maidah [5]:76).

12.  Basar artinya Maha Melihat. Allah melihat segala sesuatu, baik yang sangat besar maupun kecil. Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah dan tidak ada sesuatupun yang luput dari penglihatan Allah.
Dalam FirmanAllahswt.:
Yang Artinya : Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya diatas mereka? Tidak ada yang menahannya (diudara) selain yang Maha Pemurah. Sesungguhnya dia Maha Melihat segala sesuatu. (Surah Al-Mulk [67]:19)

13.   Kalam artinya berfirman. Allah swt berfirman kepada para rasul. Mustahil kalau Allah itu bisu sebab bisu adalah suatu cacat dan sifat kekurangan yang tidak mungkin ada pada Allah swt. Allah swt berkata-kata kepada setiap makhluk yang dikehendaki-Nya. Bahkan Allah pernah berkata-kata dengan Nabi Musa as. Secara langsung sehingga ia disebut  Kalimullah, artinya yang diajak bicara oleh Allah swt.
Dalam  Firman Allah swt :
Yang Artinya: Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.

(Surah An-Nisa [4]:164) Firman Allah itu berupa wahyu yang disampaikan kepada para rasul yang menerimanya menjadi sebuah kitab suci. Teranglah bahwa kitab suci itu merupakan kumpulan firman Allah saw.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Bacaan Al Qamariyah Dan Al Syamsiyah

Pengertian Tawadhu Taat Qanaah dan Sabar